Mengenal Sosok Advent Bangun

BOS RINGO | Mengenal Sosok Advent Bangun - Siapa yang tidak kenal Advent Bangun. Artis atau Bintang Film kawakan yang terkenal akan gaya beladirinya ini. Yah... Advent Bangun, pria asal batak kelahiran Kabanjahe, Sumatera Utara, 12 Oktober 1952 satu ini, yang selalu berperan di setiap filmnya sebagai antagonis. Lebih lanjut mari kita lihat Sosok Advent Bangun di bawah ini.

Mengenal Sosok Advent Bangun
Advent Bangun: Tuhan Saya Dulu Karate dan Film

Sejak tahun 2000, legenda aktor laga Advent Bangun memutuskan untuk meninggalkan dunia karate dan seni peran yang membesarkan namanya. Semenjak itu hingga sekarang, ia telah menjadi seorang pendeta.

Apa alasan di balik keputusan Advent menjadi pendeta? demikian kisahnya seperti dilansir oleh detikhot.

Jauh sebelum namanya dikenal, Advent ternyata punya masa lalu yang pahit. Sejak kecil, setiap orangtuanya tak di rumah, ia mengaku kerap dianiaya salah seorang abangnya yang baru keluar dari penjara.

Penganiayaan tak sampai di situ, abangnya itu bahkan pernah pula menginjak-injaknya dan mencoba menenggelamkannya di sungai. Beruntung nyawa Advent masih tertolong karena perbuatan tersebut diketahui warga.
"Itu saya ditarik ke sungai, dipukul dan diinjak-injak, ditenggelamkan. Hampir mau mati saya. Untung waktu itu banyak yang lihat dan menolong, akhirnya abang saya itu kabur," kisah bungsu dari delapan bersaudara itu.
Bukan itu saja, Advent pernah pula bersama kakak perempuannya diganggu sekelompok pemuda mabuk. Karena sang kakak diganggu, Advent pun melawan. Namun lantaran perkelahian tak seimbang, dirinya pun nyaris mati dikeroyok.
"Kakak saya berhasil lari. Saya lawan, tapi saya jadi dikeroyok sama sekitar 30 orang dan nyaris ditikam. Untung saya berhasil selamat," kata pria kelahiran Kabanjahe, Sumatera Utara, 12 Oktober 1952 itu.
Berbagai trauma itu kemudian berubah menjadi dendam membara di hati Advent. Alhasil, ia pun memutuskan untuk kabur dari rumah mendaftarkan diri pada sebuah perguruan karate.

Semenjak itu, pria kelahiran Kabanjahe, Sumatera Utara, 12 Oktober 1952 itu giat berlatih karate. Ia bahkan menempa diri dan berlatih lebih giat dibandingkan murid-murid seperguruannya yang lain.
"Pagi, siang, sore, malam saya latihan terus. Kalau orang latihan satu jam, saya dua jam. Kalau yang lain latihan dua jam, saya empat jam. Prinsip saya itu dari dulu memang harus selalu nomor satu," ungkapnya.
Sejak saat itu, Advent pun berubah jadi pria tangguh dan bergabung menjadi atlet karate nasional. Ia kerap meraih juara satu di berbagai kejuaraan nasional dan internasional selama 12 tahun sejak 1972 hingga 1984.
"Saya itu dulu tanding karate kayak pelampiasan dendam saja. Amarah rasanya terlampiaskan kalau lawan tumbang,” ujarnya. “Saya itu sempat dapat julukan dokter gigi, karena sering mematahkan gigi lawan," sambungnya seraya tertawa.
Prestasi di dunia karate itu pula yang kemudian membukakan jalan Advent ke dunia seni peran. Sejak 1976 hingga 2000, ia telah membintangi lebih dari 60 judul film, di antaranya 'Rajawali Sakti' (1976), 'Dua Pendekar Pembelah Langit' (1977), 'Golok Setan' (1983), 'Carok' (1985), 'Dendam Dua Jagoan' (1986), dan 'Pendekar Bukit Tengkorak' (1987).

Pada masa itu, nama Advent begitu berjaya sebagai tokoh film laga berkarakter antagonis yang kerap disandingkan dengan aktor protagonis Barry Prima. Namun sayang, sifat jahatnya dalam film itu ikut terbawa hingga ke rumah tangganya.

Nama besar Advent di dunia karate dan film membuat dirinya menjadi sosok yang angkuh dan temperamental serta pecemburu. Hampir setiap hari dirinya terlibat cekcok dan memaki isterinya Lois Riani Amalia Sinulingga. Namun, sang isterinya tetap bertahan dan bahkan selalu mendoakannya.

Singkat cerita, ia pun mengalami sebuah pertobatan saat terpaksa mengantarkan isterinya ke gereja.
"Pas di gereja itu saya mendengar kotbah yang bilang, kuduslah kamu sebab Aku kudus. Lalu, berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan," katanya menuturkan.

Ketika itu, Advent pun mengaku menangis sejadi-jadinya.
"Itu saya cari tempat dan nangis karena malu. Rasanya seperti tertampar. Saya sudah terlalu banyak dendam, marah, benci sama banyak orang," kisahnya.

Sejak saat itu, ayah lima anak ini pun perlahan mulai berubah menjadi sosok yang baik. Pada 25 Februari 1999 ia pun dibabtis dan bahkan kini telah menjadi seorang pendeta yang lebih dikenal dengan nama Thomas Bangun.
"Segala kesombongan saya di dunia karate dan film telah hancur. Dulu Tuhan saya itu karate dan film, sekarang sudah tidak lagi. Semua sudah saya tinggalkan dan saya hidup bahagia tanpa dendam. Sekarang yang ada hanya kasih," tandasnya.

Itulah Catatan Ringan mengenai Mengenal Sosok Advent Bangun. Semoga Catatan Ringan ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Tuhan Memberkati. Salam. Bos Ringo.

1 Response to "Mengenal Sosok Advent Bangun"

  1. i think Father Jesus is smiling upon you, pak Thomas Bangun, thank you because your decision to become God's worker has make others abled to meet Jesus personally, including me, my husband, n our sons ^^
    Jbu pak, amin

    ReplyDelete

Thank you for your comment, I hope you get something from the presentation of this blog.

Tinggalkan Jejak Bos-Bos di Kolom Komentar. Biar Kita Saling Berbagi Pengalaman